X
    Categories: Wisata

Daftar Kuliner Khas Solo ini Wajib Anda Coba

Solo surganya makanan. Kata tersebut memang layak disematkan bagi kota kecil yang sekarang sedang menjadi primadona ini. Solo bukan hanya terkenal dengan keramah tamahan masyarakat dan keanekaragaman budayanya, tetapi juga memiliki sajian kuliner khas Solo yang akan membuat anda ketagihan. Kuliner khas Solo ini wajib anda kunjungi saat melancong atau tak sengaja mampir di kota kelahiran Presiden Joko Widodo tersebut. Berikut daftar kuliner khas Solo yang tak hanya enak dilidah tetapi juga murah meriah.

  1. Nasi Liwet

Nasi liwet merupakan daftar pertama makanan khas Solo yang wajib dikunjungi. Pasalnya, makanan ini memang identik dengan Kota Solo. Kalian akan susah mencari racikan makanan yang satu ini di manapun. Nasi liwet diolah dari beras dan santan kelapa lalu yang dihidangkan dengan kaldu ayam dan sayur kabu siyam. Kalau ingin hidangan lebih lengkap lagi, bisa ditambah dengan telur pindang rebus, daging ayam suwir dan kutum yang dibuat dari kuah santan kental. Aroma nasi liwet semakin kentara saat disajikan di atas daun pisang yang dipincuk.

Seporsi nasi liwet dihargai sekitar Rp12.000 – Rp20.000, tergantung menu tambahannya. Kuliner khas Solo nasi liwet yang paling terkenal ialah wongso lemu keprabon yang dibuka mulai Pukul 18.00 WIB. Selain itu masih ada beberapa bakul nasi liwet di beberapa spot Kota Solo seperti perempatan Hotel Novotel, sepanjang depan Pasar Kartasura, Kartasura, Sukoharjo dan daerah sekitar Widuran, Solo yang semuanya mulai buka malam hari. Namun jika kalian ingin menikmati nasi liwet di pagi hari, daerah sekitar Widuran, Solo, ini juga membuka lapak saat pagi.

Sedap.com
  1. Timlo Solo 

Nah, pengin merasakan kuliner khas Solo yang seger-seger? Mampir saja ke warung Timlo Solo. Kalian bisa menikmati segarnya makanan berkuah dengan isi sosis ayam, telur ayam pindan dan irisan hati ampela ayam dalam seporsi Timlo Solo ini. Makanan ini disantap dengan nasi putih yang ditaburi dengan bawang goreng serta sambal kecap pedas.

Warung Timlo Solo paling terkenal ada dua lokasi. Pertama Rumah Makan Timlo Solo di Jl. Jenderal Urip Sumoharjo No.94 yang buka mulai Pukul 07.00 hingga sore hari. Serta warung Timlo Sastro yang dibuka di Timur Pasar Gede mulai Pukul 07.00 WIB. Harga seporsi Timlo Solo bervariasi, mulai Rp15.000 tergantung isian yang diminta

Foto by MakanPraktis.com

  1. Tengkleng

Kolesterol dan menaikkan tekanan darah. Ya, beginilah kuliner khas Solo yang satu ini. Meskipun demikian, makanan semacam gulai kambing tanpa kuah santan ini banyak diminati. Isi tengkleng adalah tulang belulang kambing dengan sedikit daging yang menempel, bersama dengan sate usus, sate jerohan, otak dan organ-organ lain seperti mata, telinga, pipi, kaki dan lain-lain.

Tengkleng paling terkenal di Solo adalah milik Bu Ediyem atau Tengkleng Bu Edi yang buka lapak di samping Pasar Klewer mulai Pukul12.00 WIB sampai dagangan habis. Tengkleng BU Edi banyak peminat. Jadi kalau kalian berniat menyantap kuliner khas Solo tengkleng Bu Edi, siap-siap mengantre panjang. Pasalnya, banyak pembeli yang bahkan mengantre sebelum Bu Edi menggelar lapak dagangan. Selain itu ada juga warung Tengkleng Yu Tentrem di Jl Letjend Sutoyo yang buka mulai Pukul 09.00 WIB.

Foto by Jajankuliner.net
  1. Gudeg Ceker

Nah, gudeg ternyata bukan hanya milik Kota Jogjakarta. Solo juga memiliki makanan khas berupa gudeng yang terbuat dari rebusan nangka muda ini. Hidangan gudeg ceker biasanya berupa nasi putih dan rebusan gudeng, ceker serta telur rebus. Selain gudeg, ceker juga bisa disajikan sebagai makanan pendamping dari bubur. Makanan ini semakin terasa lezat ketika disiram dengan kuah sambal goreng ktrecek.

Gudeg ceker paling terkenal di Solo dijual di Jl. Wolter Monginsidi Margoyudan, Warung Gudeg Ceker bu Kasno dibuka mulai jam 00.02 WIB dan Warung Gudeg sebelah utara perempatan warung pelem buka mulai jam 19.00 WIB.

  1. Pecel Ndeso dan Pecel Solo

Hidangan pecel ndeso berupa nasi beras merah yang dicampur dengan sayuran rebus yang disiram dengan sambal wijen hitam. Makanan ini semakin nikmat saat disantap bersama belut goreng, wader pari goreng, telur ceplok, sosis solo, bongko (kacang merah dan kelapa), gembrot (kelapa dan daun simbukan), otak dan iso goreng.

 

Warung pecel ndeso yang paling lama dan terkenal di Solo terletak di Jl. Dr Supomo 55 Pasar M’beling. Selain itu, ada juga rumah makan yang menjual pecel ndeso dan pecel Solo yang dibangun dengan arsitektur Jawa. Rumah makan yang menjual makanan khas Solo pecel ndeso dan pecel solo ini beralamat di Jalan Dr. Soepomo No. 55 Mangkubumen Solo. Buka dua kali setiap harinya: pukul 08.00 – 16.00, dan18.00 – 22.00.

  1. Selat Solo

Selat segar Solo juga menjadi makanan khas Solo yang cukup banyak diminati. Masakan segar ini dihidangkan dengan daging yang diiris tipis ditambah dengan rebusan buncis, kentang, wortel, telur pindang dan mayonise. Selain itu masih ada beragam racikan selat mulai selat iga bakar, selat daging cincang dan beragam jenis lainnya.

Warung selat terkenal di Solo banyak sekali. Kalian yang ingin menikmati selat Solo dengan gaya tempo dulu bisa berkunjung di Omah Selat, Jagalan, Jebres, Solo. Yang ingin makan selat sembari menikmati ornamen keramik unik bisa mampir ke warung Selat Mbak Lies di Serengan yang buka pukul 09.00 WIB. Yang ingin menikmati nikmatnya makanan khas Solo berupa selat yang segar dengan konsep rumah makan bisa berkunjung ke RM Kusuma Sari di Perempatan Nonongan yang buka mulai pukul 09.00 WIB. Sementara bagi pencinta kuliner khas Solo, selat Solo yang murah meriah langsung saja datang ke Selat Viens di JL. Hassanudin No. 99D. Selat di sini hanya dibanderol dengan harga Rp8.000 per porsi. Murah kan?

  1. Soto Gading

Bingung mencari sarapan pagi di Solo? Tenang, kuliner khas Solo sangat lengkap. Mulai pagi hingga malam kalian dijamin tidak akan kelaparan. Kami merekomendasikan soto gading yang beralamat di Jalan Brigjen Sudiarjo, Gading, sebagai menu sarapan pagi anda. Menu pelengkap soto gading sangat komplit mulai gorengan hingga jeroan.

  1. Sop Ayam Pecok Pak Min

Masih berada di kawasan Jalan Brigjen Sudiarjo, kalian bisa menikmati hidangan sop ayam segar ala Pak Min Klaten. Sop ayam segar nan nikmat ini dijual dengan berbagai variasi speerti sop paha, kaki, kepala, dada, ceker, uritan dan lainnya yang serba ayam. Harganya pun cukup murah, sekitar Rp12.000 hingga Rp17.000 per porsi.

  1. Sate Kere Yu Rebi

Sate kere Solo ini berupa sate yang tempe gembus, yang dicampur dengan sate jerohan sapi, seperti paru, limpa, hati, iso, torpedo, ginjal, dan babat. Layaknya sate lain, sate kere juga dibakar dan dihidangkan dengan bumbu kacang atau kecap. Sate kere yang paling banyak dicari di Solo adalah milik Yu Rebi yang dijual di selatan stadion sriwedari dan depan TK Marsudirini yang buka muali pagi hari. Meskipun dibuat dari tempe gembus, jangan salah, sate ini nikmatnya sama dengan daging lain karena diolah dengan cara dan bumbu istimewa.

Foto by Kutosolo.com

  1. Cabuk Rambak

Cabuk Rambak dihidangkan dengan ketupat gendar yang disiram dengan sambal cabuk berupa wijen yang digoreng bersama santan kelapa, cabai, bawang putih, kemiri dan gula merah. Makanan ini kemudian dihidangkan dengan karak, sejenis krupuk dengan bahan dasar beras.

Makanan tradisional khas Solo ini sangat unik karena dihidangkan dengan daun kelapa dan dinikmati menggunakan lidi, bukan sendok atau tangan. Cabuk rambak biasa dijajakan berkeliling kampung pada hari-hari biasa. Saat perayaan Sekaten bisa dijumpai di sekitar halaman Masjid Agung Keraton. Pedagang cabuk rambak yang biasa juga banyak yang berjualan di emperan toko sekitar bundaran Gladak dan belakang Stadion Manahan Solo. Harga cabuk rambak sangat murah, sekitar Rp5000 per porsi

  1. Masakan Jepang Pak Warto

Bosan dengan makanan khas Jawa, kita bisa bergeser ke makanan ala Jepang di tenda Pak Warto. Warung tenda di samping Pengadilan Negeri Solo ini ramai pengunjung. Selain enak, masakan Jepang Pak Warto juga terbilang murah, berbagai menu masakan Jepang dihargai mulai Rp17.000 per porsi.

Foto by Instagram @Galih_putri
  1. Dawet Ayu Pasar Gede

Setelah banyak berkutat dengan makanan berat, saatnya kita menikmati kuliner khas Solo berupa minuman segar. Di Pasar Gede Solo terdapat penjual dawet ayu paling laris. Dawet ini berisi cendol dari tepung beras atau onggok, ketan hitam, dan selasih yang disiram dengan sirup dari gula kelapa yang berwarna bening bukan kecoklatan seperti cendol kebanyakan. Dawet ayu yang disajikan dalam mangkuk kecil ini dihargai sekitar Rp8000 per porsi. Kalian bisa menikmati dawet sembari melihat aktivitas para pedagang di Pasar Gede.

  1. Serabi Notosuman

Melancong ke Solo memang tak lengkap kalau tidak membawa oleh-oleh. Yap, kuliner khas Solo yang terakhir kami ulas adalah oleh-oleh khas Solo serabi. Serabi Solo yang dibuat dari adonan tepung beras, gula pasir, santan dan berbentuk bulat dengan kerak disekelilingnya ini terasa manis dan gurih. Serabi Solo biasanya berisi aneka toping mulai nangka, coklat, dan pisang. Serabi Solo bisa kalian dapatkan di sejumlah warung kaki lima sepanjang Jl Slamet Riyadi. Tapi, jika ingin menikmati serabi dengan olahan istimewa dan packaging unik kalian bisa mendatangi Serabi Notosuman di Jl. Moh Yamin Notosuman. Peminat Serabi Notosuman ini sangat tinggi, jadi jangan heran jika harus mengantre untuk mendapatkan sebungkus serabi. Bahkan saat hari besar pembeli harus memesan terlebih dahulu serabi yang akan mereka bawa pulang.

Foto by Soloblits.com

Yap, itulah daftar kuliner khas Solo yang paling terkenal di Kota Bengawan ini. Selain di tempat-tempat yang telah kami sebutkan, beberapa kuliner khas Solo ini bisa secara bersamaan kalian temui di kawasan Gladag Langen Boga (Galabo) yang berada di bundaaran Gladag. Buka mulai Pukul07.00 WIB hingga malam. Jadi, kalian yang ingin melancong ke Solo, jangan lupa kosongkan perut anda agar bisa menikmati semua kuliner tersebut.