Portal wisata Solo Raya, budaya jawa, info belanja di kota Solo>

Galabo, Pusat Kuliner Malam Kota Solo

Galabo, pusat kuliner malam di Solo
Galabo, pusat kuliner malam di Solo

Kawasan pusat kuliner khas Solo ini bernama Gladag Langen Bogan ( Galabo ). Lokasinya berada di di kawasan Gladag, tepatnya di Jalan Mayor Sunaryo yang membujur di depan Pusat Grosir Solo (PGS). Di kawasan itulah seribu satu makanan khas Solo ditawarkan.

Ya, hampir semua makanan khas Solo yang dijual di berbagai sudut kota Solo ada di Galabo. jadi, Anda tidak perlu repot-repot mendatangi banyak warung makanan atau aneka menu khas yang tempatnya menyebar dan berjauhan antara satu dengan lainnya.

Anda bisa langsung datang ke Galabo karena makanan khas Solo yang terkenal tersedia di sana.  Mulai dari tengkleng Pasar Klewer Bu Edi, soto gerabah, nasi liwet keprabon, gudeg ceker Margoyudan, sate kere Yu Rebi, bebek Pak Slamet, mie thoprak, wedang ronde, wedang dongo, nasi tumpang Bu Mun, Harjo Bestik, bakso Alex, tahu kupat Bu Sri, dan Gempol Plered Bu Yami.

Konsep Galabo adalah menfungsikan ruang terbuka, dalam hal ini jalan raya, menjadi wisata kuliner terpadu yang menawarkan aneka kuliner khas Kota Solo. Pada pagi hingga sore hari, jalan sepanjang 500 meter digunakan sebagai jalan raya biasa.

Namun pada malam hari, Jalan Mayor Sunaryo ini ditutup dan difungsikan sebagai pusat kuliner malam. Konsep ini memang hampir sama dnegan kawasan Kesawan di Medan, atau Pasar Semawis di Semarang.

Jangan khawatir, harga makanan di Galabo masih terjangkau, dan tidak lebih mahal dari makanan menu sejenis di tempat lain. Sebab, pusat kuliner ini didukung sepenuhnya oleh pemerintah setempat, mulai dari gerobak makanan yang diberikan secara gratis, sampai urusan sampah.

Artinya, pedagang di Galabo tidak perlu lagi membayar sewa tempat, dan restribusi sampah sehingga harga makanan bisa ditekan. Pemerintah setempat bahkan akan turun tangan langsung jika pengunjung menemukan pedagang menjual makanan dengan harga tidak wajar.

Pengunjung pun akan merasa aman dan tidak akan tertipu karena setiap pedagang diwajibkan memasang daftar harga di warungnya. Harga sate kere Yu Rebi di Galabo Rp 25.000 satu porsi, misalnya, sama dengan harga yang dijual di kawasan Penumping.

Selain itu, rasa makanan yang dijual di Galabo dijamin sama dengan makanan di warung aslinya. Misalnya gugeg ceker Margoyudan yang dijual mulai tengah malam di Margoyudan, rasanya tetap sama dengan gudeg ceker Margoyudan yang dijual di Galabo.

Di kawasan yang hanya buka mulai pukul 19.00 hingga Rp 23.00 ini sedikitnya tersedia 75 hingga 100 warung makan. Anda bisa menikmati hidangan makanan dan minuman dengan duduk di warung payung, atau lesehan menggunakan tikar di sepanjang trotoar.

Sambil menikmati makanan, pengunjung bisa mendengarkan live music mulai dari keroncong, jazz, dan tembang-tembang yang sedang populer. Melewati malam di Kota Solo pun akan semakin terasa mengasyikkan.

Galabo sendiri diresmikan 13 April 2008 lalu semasa Joko Widodo masih menjadi Walikota Surakarta, dan dimaksudkan menjadi salah ikon pariwisata bersama Keraton Surakarta, Pura Mangkunegaran, Pasar Klewer, Kampoeng Batik Kauman, dan Kampoeng Batik Laweyan.

Lokasi Galabo yang berada di tengah kota menjadikan pusat kuliner ini cepat populer, dan mudah dijangkau. Dari Bandara Adi Sumarmo bisa ditempuh sekitar 30 menit dengan taksi, atau 10 menit dari Terminal Tirtonadi, Stasiun Balapan, Jebres, atau Stasiun Purwosari. Jika Anda menginap di hotel-hotel di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Galabo bisa dicapai dengan naik becak.


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*