X
    Categories: Seni Budaya

Gamelan, Seperangkat Instrumen Musik Karawitan

Gamelan merupakan salah satu instrumen musik jawa yang sering digunakan untuk mengiringi berbagai kesenian tradisional jawa. Bentuk-bentuk kesenian yang menggunakan alat musik gamelan seperti pertunjukan wayang kulit, wayang orang, ketoprak, kuda lumping, karawitan dan lain sebagainya.

Gamelan sebagai instrumen musik memiliki banyak sekali macamnya, sebagian besar dari alat musik tersebut terdiri dari alat musik pukul yang terbuat dari bahan dasar logam seperti besi, kuningan dan perunggu. Selain alat musik pukul, dalam seperangkat gamelan juga terdapat alat musik lain yang dimainkan dengan cara petik, gesek, kebuk dan tiup.

Seperangkat gamelan yang disajikan dalam pertunjukan karawitan biasanya terdiri dari :

1. Kendang

Kendang merupakan salah satu instrumen karawitan yang dimainkan dengan teknik kebuk, yakni memukul-mukulkan telapak tangan pada bentangan kulit dikedua sisi kendang. Pada umumnya alat musik kendang dalam sebuah pertunjukan karawitan terdiri dari lima kendang, yakni kendang ageng, kendang ketipung, kendang ciblon, kendang sabet dan kendang penthung. Masing-masing kendang tersebut memiliki suara dan fungsi yang berbeda. Ada yang bisa dimainkan secara mandiri maupun duet dengan kendang lainnya. (Read More : Kendang, Salah Satu Alat Musik Kebuk Dalam Karawitan)

2. Rebab

Rebab menjadi salah satu alat musik gesek dalam pertunjukan karawitan. Fungsi dari rebab adalah untuk menghias lagu dengan cara menyelaraskan vokal, gender, gambang, suling dan gamelan lainnya. (Read More : Rebab, Instrumen Musik Gesek dalam Karawitan)

3. Gender Barung

Gender barung merupakan instrumen gamelan jawa yang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik gender secara lengkap terdiri dari tiga jenis yakni gender barung laras pelog nem, gender barung laras pelog barang dan gender barung slendro. Gender barung laras pelog nem digunakan untuk mengiringi gending pelog pathet limo dan nem, Gender barung pelog barang untuk mengiringi gending laras pelog pathet barang, sedangkan gender barung slendro khusus untung mengiringi musik dengan laras slendro. (baca juga : Laras Slendro dan Pelog Dalam Karawitan Jawa)

4. Gender Penerus

Gender penerus dalam seperangkat gamelan jawa memiliki bentuk dan fungsi yang sama dengan gender barung, perbedaanya hanya terletak pada bentuk fisik yang lebih kecil. Karena bentuknya yang lebih kecil, gender penerus memiliki frekuensi nada satu oktaf lebih tinggi daripada gemelan gender barung.

5. Bonang Barung

Bonang barung merupakan salah satu alat musik gamelan yang dimainkan dengan cara dipukul, Secara fisik bonang barung berbentuk pencon yang diletakkan diatas tali pada sebuah rancakan (rancakan adalah tempat untuk meletakkan gamelan).

Bonang barung dibagi menjadi dua jenis yakni bonang barung laras slendro dan bonang barung laras pelog. Sesui dengan namanya, bonang barung laras slendro berfungsi untuk mengiringi gending-gending jawa yang menggunakan laras slendro, sedangkan bonang barung laras pelog untuk mengiringi gending jawa yang menggunakan laras pelog.

Bonang barung memiliki nada beroktaf tengah sampai tinggi, berfungsi untuk pembuka gendhing (menentukan gendhing yang akan dimainkan) dan menuntun alur gendhing.

6. Bonang Penerus

Sebagaimana dengan bonang barung, bonang penerus juga memiliki bentuk fisik yang sama, perbedaanya terletak pada oktaf yang lebih tinggi sehingga bonang penerus dapat melengkapi dan saling bersautan nada dengan bonang barung.

7. Kenong

Secara fisik bentuk kenong dalam gamelan hampir sama dengan bentuk bonang, yakni pencon. Perbedaan terletak pada bentuk yang lebih besar dan penempatannya diletakkan pada pangkon yang mengelilingi penabuh. Kenong memiliki suara yang nyaring namun rendah. Fungsi kenong dalam gamelan jawa digunakan sebagai instrumen penanda struktur gending bersama dengan kendang, ketuk, kempul dan gong.

8. Ketuk Kempyang

Ketuk kempyang dalam gamelan juga memiliki bentuk fisik pencon, terdiri dari empat pencon yang diletakan diatas pangkon, bentuknya lebih kecil daripada kenong. Dua pencon digunakan untuk mengiringi gending laras slendro, dua pencon lainnya digunakkan untuk mengiringi gending laras pelog.

9. Kempul Gong

Kempul gong secara fisik juga berbentuk pencon, memiliki ukuran yang lebih besar dari jenis pencon lainnya sehingga peletkannya digantung pada sebuah gayor. Kempul gong juga dapat dibagi menjadi dua, yakni untuk mengiringi laras slendro dan laras pelog. Pemasangan kempul gong dapat dilakukan dalam satu gayor, dan bisa pula kempul gong laras slendro dan laras pelog dipasang secara terpisah pada gayor yang berbeda.

10. Balungan

Balungan merupakan instrumen gamelan berbentuk bilahan-bilahan logam yang diletakkan diatas rancakan kayu dan dimainkan dengan cara dipukul. Kelompok instrumen gamelan yang masuk dalam kategori balungan diantaranya Slentem, Demung, Saron Barung dan Saron Penerus (peking). Sebagaimana jenis alat gamelan lainnya, balungan juga memiliki dua laras yakni laras slendro dan pelog.

11. Gambang

Salah satu alat musik gamelan yang sebagian besar bahan dasarnya terbuat dari kayu adalah gambang. Berbentuknya juga berupa bilahan-bilahan sperti balungan yang ditempatkan diatas rancakan kayu. Jumlah bilahan dalam gambang lebih banyak daripada instrumen balungan, jumlah rata-rata bilahan gambang adalah tujuh belas hingga dua puluh bilahan. Tangga nada dalam instrumen gambang terdiri dari tiga bagian yakni Laras slendro, pelog nem dan pelog barang.

12. Siter

Siter merupakan salah satu alat musik petik dalam karawitan, menggunakan kawat sebagai media suaranya, terdiri atas tiga tanda nada yakni laras slendro, pelog bem dan pelog barang. Siter dalam karawitan berfungsi untuk menghias lagu dengan memainkan cengkok yang ditafsirkan dari notasi balungan.

13. Suling

Suling merupakan satu-satunya alat musik tiup yang digunakan dalam musik karawitan jawa, dalam penyajiannya biasanya suling menggunakan notasi yang tidak teratur, hal ini berfungsi untuk menghias lagu dalam sebuah gending. Sebagaimana alat musik gamelan lainnya, suling juga memiliki laras slendro dan pelog.