X
    Categories: Seni Budaya

Irawati Kusumorasri, Pelestari Seni Tari di Kota Solo

Irawati Kusumorasri / foto : fb @irawati.kusumorasri.7

Irawati Kusumorasri terlahir dari keluarga Keraton Mangkunegaran, Solo, tepatnya pada tanggal 12 Desember 1963 lalu. Aktivis budaya ini lahir dari keluarga KRMH Sudhiatmo Suryosumanto, menjadikan Irawati Kusumorasri (50) kerap bergaul dengan penari Pura Mangkunegaran. Sejak usia lima tahun, Ira, panggilan akrabnya, sudah diarahkan oleh orangtuanya untuk belajar menari sehingga dia sering tampil di beberapa pentas di Pura Mangkunegaran.

Memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP), Ira mendapat pelatihan khusus tari Jawa gaya Mangkunegaran dari Ibu Bei Mintalaras. Pelatih Ira yang lain ialah, Bapak S. Ngaliman Condropangrawit dan Ibu Suyati Tarwo Sumosutargyo. Semenjak itu, Ira kecil mulai mendapat pengalaman pentas tari di mana-mana.

Pengalamannya dalam bidang tari terus diasah hingga ia kuliah. Saat masih mahasiswa UNS, Ira sempat aktif di salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bernama Badan Koordinasi Kesenian Tradisional (BKKT). Dari organisasi itu pengetahuan Ira tentang tari bertambah, “dari situ saya mengenal tari gaya keraton,” cerita Ira saat ditemui reporter Terasolo.com, Senin (10/3/2014) di sanggar tarinya.

Ira lulus S1 Sastra Inggris Universitas Sebelas Maret (UNS) dan pada tahun 2002 ia menyelesaikan studi Pasca Sarjananya di Institut Seni Indonesia (ISI) jurusan Penciptaan Seni.

Mendirikan Sanggar

Sebagai usaha pelestarian tari, khususnya tari Jawa, tahun 1998 Ira mendirikan sanggar tari yang diberi nama Semarak Candra Kirana. Nama ini diambil dari karakter Candra Kirana dari cerita asli Indonesia yang berjudul Pandji. “Tambahan kata semarak merupakan doa, agar nanti sanggar bisa berkembang dan sukses,” beber Ira mengenai nama sanggarnya.

Dua tahun terakhir, Semarak Candra Kirana berkembang menjadi sebuah yayasan. Sanggar ini menjadi lebih resmi dimata pemerintah, sehingga lebih mudah jika akan mengadakan perhelatan, atau pengajuan proposal.

Sampai sekarang Semarak Candra Kirana mempunyai delapan tenaga pelatih tari, sebagian besar lulusan ISI. Murid-murid sanggar tari ini sangat beragam, mulai dari usia empat hingga 25 tahun, setara dengan anak-anak TK hingga tingkat mahasiswa. Teknik pengajaran pun dibagi menurut usia dan keahlian para murid.

Tarif belajar tari di sanggar ini cukup terjangkau. Biaya pendaftaran hanya Rp75.000 dengan biaya bulanan Rp25.000. Setiap bulan sanggar ini rutin mengadakan pentas di berbagai Mall di kota Solo, sebagai apresiasi sekaligus ujian bagi para murid sanggar. Sekarang ini Semarak Candra Kirana mempunyai kurang lebih 150 murid aktif, sebagian lulusannya sekarang aktif mengajar di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) dan berbagai perguruan seni.

Tari Jawa sampai Tari Modern

Di sanggar ini semua tari diajarkan mulai dari tari tradisional, tari kontemporer, maupun tari modern. “Semarak Candra Kirana mengajarkan tari nusantara, namun semuanya dengan dasar tari Jawa,” ungkap Ira. Setelah peserta mempunyai dasar tari Jawa, barulah pengajaran akan berlanjut ke tari nusantara, disesuaikan minat dan bakat para murid.

Hingga kini, nama Semarak Candra Kirana menjadi salah satu yang diperhitungkan sebagai sanggar seni dengan berbagai prestasinya. Salah satunya, sanggar ini pernah mengadakan pentas tari rumah budaya, dengan menggandeng Yayasan Warna Warni Indonesia besutan Krisnina Akbar Tandjung. Dan pertengahan tahun ini Semarak Candra Kirana akan mengirim dua delegasi ke Amerika untuk mengikuti ajang Pemuda Amerika Indonesia.

Biodata Singkat :

Nama : Irawati Kusumorasri

Nama UKM : Sanggar Tari Semarak Candra Kirana

Alamat : Jl Kedasih No 22 Kerten, Laweyan, Solo

SIPA

Pada tahun 2009, Ira terpilih sebagai direktur SOLO INTERNATIONAL PERFORMING ARTS (SIPA) hingga sekarang. Sudah lima perhelatan SIPA beliau laksanakan bersama SIPA Community , dan yang ke-6 tahun ini masih dipersiapkan. Terobosan baru dilakukan Ira tahun ini, dengan akan diadakannya Indonesia International Mask Festival (IIMF).

Misi Kesenian yang pernah diikuti Irawati Kusumorasri

Pembukaan Koodomono Shiro Tokyo, Jepang (1986)
Misi Mangkunagaran ke Perancis, Inggris, dan Jepang (1989,1990)
Misi Sahid Group ke Jerman (1991)
Misi Mangkunagaran ke Malaysia (1992)
Misi Pemda Surakarta ke Jerman (1993)
Misi Pura Mangkunagaran ke Rusia (1994)
Sardono Dance Teather ke Jepang (1997)
Roaty Group Study Exchange ke USA (1999)
Misi seni dalam peluncuran KRI Hasanudin dan KRI Diponegoro di Belanda (2006)
Misi seni Pameran Indonesia Tourism di Kamboja (2007)
Misi seni ke Mountpelier – Perancis dan Kuwait (2008)
Misi seni ke Kenya dan Sanghai (2009 dan 2011)
Irawati Kusumorasi mempunyai beberapa karya tari ciptaan, antara lain:

Oncat (1994)
Srimpi Topeng Sumunar (1994)
Operet Timun Mas (1996)
Shinta Obong (1997)
Beksan Sekar Ratri (1999)
Srimpen Kendhi Sekar Putri (1999)
Bedhaya Kakung Si Guse (2000)
Sekar Jagad (2002)
Kabut Jingga di Atas Segaran (2003)
Putri Kembang Tebu (2006)
Sesaji Wedhatama (2007)
Behind the Langendriyan Mangkunegaran (2007)
Tari dalam Rampak Rendang untuk pembukaan SIEM (2008)
Tari Replika Jawa untuk WHCC di Solo (2008)
Tari untuk pembukaan SIPA (2009-2013)

Sumber : Terasolo.com