Portal wisata Solo Raya, budaya jawa, info belanja di kota Solo>

Macapat Dandanggula, Memaknai Kemapanan Hidup



dandanggula

Tembang macapat Dandanggula memiliki makna harapan yang indah, kata dandanggula sendiri dipercaya berasal dari kata gegadhangan yang berarti cita-cita, angan-angan atau harapan, dan dari kata gula yang berarti manis, indah ataupun bahagia. 

Selain mempunyai arti harapan yang indah, beberapa kalangan juga ada yang menafsirkan Dandanggula berasal dari kata dhandang yang berarti burung gagak yang melambangkan duka, dan dari kata gula yang terasa manis sebagai lambang suka. Kebahagiaan dapat dicapai setelah sebuah pasangan dapat melampaui proses suka-duka dalam berumah tangga sehingga akan tercapai cita-citanya, cukup sandang, papan dan pangan. Seseorang yang sedang menemukan kebahagiaan dapat diibaratkan lagunya dandanggula.

Dalam urutan sebelas tembang macapat, Dandanggula menempati urutan tembang yang ketujuh setelah tembang macapat Gambuh yang berarti kecocokan anatar dua insan manusia. Tembang ini memiliki watak yang Luwes, gembira dan indah, sangat cocok digunakan sebagai tembang pembuka yang menjabarkan berbagai ajaran kebaikan, ungkapan rasa cinta dan kebahagiaan.

Ciri dari tembang macapat Dandanggula adalah :

  1. Memiliki Guru Gatra : 10 baris setiap bait
  2. Memiliki Guru Wilangan : 10, 10, 8, 7, 9, 7, 6, 8, 12, 7 (artinya baris pertama terdiri dari 10 suku kata, baris kedua berisi 10 suku kata, dan seterusnya…)
  3. Memiliki Guru Lagu : i, a, e, u, i, a , u, a, i, a (artinya baris pertama berakhir dengan vokal i, baris kedua berakhir vokal a, dst).

Contoh tembag macapat Dandanggula :

macapat Dandanggula

Contoh tembag macapat Dandanggula dan maknanya :

Lamun sira ameguru kaki (Jika engkau meminta nasehat dariku)

Amiliha manungsa sanyata (Pilihlah manusia sejati)

Ingkang becik martabate (Yang baik martabatnya)

Sarta weruh ing ukum (Serta mengenal hukum)

Kang ibadah lan kang wirangi (Yang taat beribadah dan menjalankan ajaran agama)

Sukur oleh wong tapa ingkang wus amungkul (Apalagi mendapat orang suka perihatin yang sudah mumpuni)

Tan gumantung liyan (Yang tak tergantung orang lain)

Iku wajib guronana kaki (Kepadanyalah engkau wajib berguru)

Sartane kawruhanana (Serta belajar padanya)

Contoh tembang macapat lainnya bisa dilihat dalam artikel : Tembang Macapat, Tembang Jawa Kaya Makna


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*