Portal wisata Solo Raya, budaya jawa, info belanja di kota Solo>

Macapat Sinom, Bicara Remaja yang Menggelora



macapat pangkur 2

Dalam bahasa jawa Sinom bisanya digunakan untuk menyebut daun asam yang masih muda, beberapa kalangan mengartikan Sinom sebagai si enom, isih enom (masih muda). Meski berbeda-beda dalam mengartikan, namun pada prinsipnya tetap sama dalam mengintepretasikan kata Sinom yakni tentang sesuatu yang masih muda.

Tembang macapat Sinom merupakan tembang ketiga setelah tembang macapat Mijil yang berarti terlahir. Setelah bayi lahir ia menjadi seorang anak yang dalam perkembangannya akan menjadi seorang anak muda yang dinamis. Tembang macapat Sinom secara umum memang memberi gambaran tentang seseorang yang menginjak usia muda, masa yang indah, penuh dengan harapan dan angan-angan hingga menjelang usia akil-balik ataupun dewasa. Dalam istilah konotasi bahasa Indonesia, orang yang masih muda belia sering dikatakan sebagai daun muda

Sifat tembang macapat Sinom adalah bersemangat, bijaksana dan sering digunakan untuk piwulang (mengajari) dan wewarah (membimbing)

Ciri dari tembang macapat Sinom diantaranya :

  1. Memiliki Guru Gatra : 9 baris setiap bait
  2. Memiliki Guru Wilangan : 8, 8, 8, 8, 7, 8, 7, 8, 12 (artinya baris pertama terdiri dari 8 suku kata, baris kedua berisi 8 suku kata, dan seterusnya…)
  3. Memiliki Guru Lagu : a, i, a, i, i, u, a, i, a (artinya baris pertama berakhir dengan vokal a, baris kedua berakhir vokal t, dst..)

Contoh tembang macapat Sinom :

sinom gadhung mlati

 (Baca juga : Contoh Tembang Macapat Sinom dan Artinya)

Setelah tembang macapat Sinom, tembang berikutnya adalah tembang macapat Kinanti, yang berarti dituntun. Tembang macapat lainnya dapat di lihat dalam artikel : Tembang Macapat, Tembang Jawa Kaya Makna


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*