Portal wisata Solo Raya, budaya jawa, info belanja di kota Solo>

Megatruh, Proses Manusia Kembali ke Asalnya

Tidak mudah memang memprediksikan secara tepat kapan seseorang akan meninggal. Kematian dapat disebabkan karena sakit, kecelakaan atau sebab lainnya secara mendadak. Menjelang kematian biasanya akan ada keanehan atau tanda yang dirasakan oleh seseorang di akhir hidupnya

Tembang macapat Megatruh merupakan salah satu tembang macapat yang menggambarkan tentang kondisi maunisa di saat sakaratul maut. Kata megatruh sendiri dipercaya berasal dari kata megat/pegat (berpisah) dan ruh, yang artinya berpisahnya antara jiwa dan raga.

megatruh, tembang macapat
Ilustrasi | foto: kapanlagi.com

Kematian menjadi hal yang paling ditekankan dalam tembang Megatruh, proses dimana setiap makhluk hidup di dunia pasti akan mengalaminya, proses yang menegangkan sekaligus menyakitkan bagi banyak orang, proses terbukanya gerbang menuju kehidupan yang tak pernah ada akhirnya.

Bagi para pemuka agama sangat meyakini bahwa ruh akan lepas dengan mudah dan ringan untuk mereka yang memiliki iman. Bagi orang yang beriman Malaikat akan datang dan mengambil nyawanya dengan kesan yang baik serta menggembirakan.

Kematian secara medis terjadi ketika otak telah kehabisan suplai oksigen, sel otak mati secara massal, dan seluruh organ tubuh sudah tidak dapat lagi bekerja.

Tidak mudah memang memprediksikan secara tepat kapan seseorang akan meninggal. Kematian dapat disebabkan karena sakit, kecelakaan atau sebab lainnya secara mendadak. Meski demikian beberapa orang juga ada yang mampu menemukan keanehan ataupun tanda-tanda menjelang kematiannya.

Sifat dan karakter dari tembang macapat Megatruh diantaranya sedih, prihatin, “getun”, menyesal. Tembang macapat ini sangat cocok untuk cerita yang mengandung rasa penyesalan, prihati, sedih.

Ciri dari tembang macapat Megatruh adalah :

  1. Memiliki Guru Gatra : 5 baris setiap bait
  2. Memiliki Guru Wilangan : 12, 8, 8, 8 (artinya baris pertama terdiri dari 12 suku kata, baris kedua berisi 8 suku kata, dan seterusnya…)
  3. Memiliki Guru Lagu : u, i, u, i, o (artinya baris pertama berakhir dengan vokal u, baris kedua berakhir vokal i, dst..)

Contoh Tembang Macapat Megatruh :

sigra milir kang gèthèk sinangga baju

lkawan dasa kang njagèni

ing ngarsa miwah ing pungku

rtanapi ing kanan kéri

ngkang gèthèk lampahnya alon

 

Contoh tembang macapat lainnya bisa dilihat dalam artikel : Tembang Macapat, Tembang Jawa Kaya Makna


1 Comment on Megatruh, Proses Manusia Kembali ke Asalnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*