X
    Categories: Seni Budaya

Upacara Ngunduh Mantu Pengantin Jawa

Setelah penyelenggaraan upacara pernikahan di rumah mempelai wanita, dalam adat Jawa juga terdapat upacara Ngunduh Temanten atau Ngunduh Mantu. Upacara Ngunduh Mantu ini dilakukan oleh orang tua mempelai pria di rumahnya dengan mendatangkan kedua pengantin dan keluarga mempelai wanita, biasanya acara ini dilangsungkan setelah lima hari sejak digelarnya upacara perkawinan.

Kata Ngunduh Mantu secara harfiah memiliki arti memetik/mengambil menantu. Prosesi ini dilakukan dengan cara mengundang orang tua mempelai wanita untuk melakukan upacara penyerahan anak perempuannya kepada pihak keluarga mempelai pria.

Dalam adat Jawa yang masih kental dengan hukum patriarki, para perempuan yang telah menikah maka ia biasanya akan diboyong oleh pengantin pria dan kemudian bertempat tinggal di kediaman pengantin pria/suami. Dalam hal ini seorang suami mempunyai peranan penting sebagai pelindung, pengayom, sekaligus memberi nafkah bagi istri dan anak-anaknya kelak.

Meski upacara Ngunduh Mantu ini bukan kewajiban, namun hingga kini beberapa orang tua pengantin pria masih banyak yang melakukannya. Upacara adat ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilannya dalam mendapatkan menantu yang sesuai dengan harapan.

Prosesi ngunduh mantu seringkali dilakukan lebih sederhana jika dibandingkan dengan prosesi pernikahan yang diselenggarakann oleh pihak keluarga mempelai wanita, beberapa rangkaian acara yang dilakukan diantaranya adalah :

  1. Kedua mempelai datang bersama pangombyong (pengiring) dari rumah mempelai wanita. Para pengiring ini biasanya terdiri dari keluarga besar, tetangga dekat dan kerabat dekat  mempelai wanita.
  2. Imbal Wicara, yaitu dialog penyerahan pengantin dari keluarga mempelai wanita kepada keluarga besar mempelai pria.
  3. Kedua mempelai diberi tirta suci dua cangkir yang diminumkan oleh kedua orang tua mempelai pria secara bergantian.
  4. Sindur Binayang, yaitu sang ayah mempelai pria menyampirkan kain sindur ke pundak kedua pengantin dan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan. Ayah berada paling depan, pengantin berada ditengah dan ibu mempelai pria berada di belakang mengiringi pengantin sambil memegang pundak kedua pengantin. Dalam prosesi ini biasanya diiringi gendhing Ketawang Boyong Basuki, Pelog Barang. 
  5. Sambutaan dan ucapan terima kasih dari perwakilan keluarga mempelai pria, saat itu kedua mempelai bersama orang tuanya berdiri berjajar didepan pelaminan.
  6. Acara paripurna