Categories: Event

Film K vs K (Kita vs Korupsi) Diputar di Simo Boyolali

Simo, Boyolali – Film K vs K (Kita vs Korupsi) yang banyak mengulas tentang permasalahan korupsi di Indonesia akan diputar pada acara peringatan HUT RI ke-71 di Simo Boyolali. Acara yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Simo, Boyolali pada hari Kamis (18/08/2016) malam ini merupakan inisiasi dari beberapa organisasi pemuda dan Taman Baca Masyarakat di Kecamatan Simo yang tergabung dalam Forum Simo Muda (FSM).

Seperti yang dirilis panitia penyelenggara, Indonesia hingga saat ini, masalah korupsi masih menjadi permasalahan besar yang belum bisa teratasi dengan baik. Meski sudah terdapat institusi resmi anti korupsi seperti KPK, Kepolisian, ICW, maupun kejaksaan, namun pada kenyataannya praktik-praktik korupsi masih banyak terjadi dikalangan masyarakat, mulai dari masyarakat kelas bawah hingga pejabat tinggi yang mengatur “hitam-putih”nya negeri ini.

Memang, bukan perkara mudah untuk benar-benar bisa menciptakan good governance dan pembangunan ekonomi yang baik ditengah-tengah kentalnya budaya korupsi. Peran serta semua pihak untuk menghadang berkembangnya virus korupsi sangat dibutuhkan.

Jika penindakan kasus korupsi sudah ditangani oleh pihak yang berwenang seperti KPK, Kepolisisan dan Kejaksaan, maka pemuda sebagai bagian dari masyarakat bisa melakukan upaya pencegahan korupsi. Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menyelenggarakan pendidikan anti korupsi sejak dini di lingkungan sekitar.

Pemutaran film Anti Korupsi yang diselenggarakan oleh Forum Muda Simo ini diharapkan bisa menjadi sarana edukasi dan sosialisasi akan bahaya korupsi. Adapun film-film yang akan diputar, merupakan kompilasi 4 film pendek Indonesia bertema anti korupsi yang dirilis pada 26 Januari 2012, film-film tersebut diantaranya adalah:

Rumah Perkara | Sutradara : Emil Heradi

Salah satu adegan film rumah perkara

Yatna (Teuku Rifku Wikana), lurah, setuju menjual tanahnya kepada Jaya (Icang S Tisnamiharja), seorang kontraktor. Halangannya adalah Ella (Ranggani Puspandya), janda yang tidak rela tanahnya dibeli. Terjadilah usaha-usaha, baik dari Yatna maupun anak buah Jaya, untuk mengubah niatan Ella.

Aku Padamu | Sutradara : Lasja F. Susatyo

Adegan film Aku Padamu

Vano (Nicholas Saputra) dan Laras (Revalina S Termat) ingin menikah di luar sepengetahuan keluarganya. Sayangnya, tanpa kartu keluarga niat mereka urung terwujud. Seorang calo menawarkan jalan pintas, yang menciptakan dilema tersendiri di pasangan muda-mudi ini.

Selamat Siang, Risa! | Sutradara : Ine Febriyanti

Adegan film Selamat Siang Risa

Arwoko (Tora Sudiro) berusaha hidup dan kerja secara jujur, walau teman-teman sejawatnya banyak melakukan korupsi. Tantangan muncul dalam wujud segepok uang pelicin, tepat ketika keluarganya terlilit kesulitan ekonomi.

Psssttt… Jangan Bilang Siapa-Siapa | Sutradara : Chairun Nissa

Adegan film Psssttt, Jangan Bilang Siapa Siapa

Ola (Siska Selvi Dawsen) membeli buku pada Eci (Nasha Abigail) dengan harga yang cukup mahal. Gita (Alexandra Natasha) pun jadi penasaran, kenapa harga buku yang dijual Eci lebih mahal dari pada yang dijual di toko buku. Gita lalu iseng-iseng bertanya tentang asal muasal harga buku tersebut. Tak diduga hasil iseng-iseng tersebut malah membongkar adanya praktek korupsi beruntun yang dilakukan oleh banyak pihak.

kesolocom

Share
Published by
kesolocom
Tags: film k vs kfilm korupsifilm pendeklayar tancappemutaran film

Recent Posts

Peran Keris dalam Sejarah

KERIS sebenarnya merupakan salah satu senjata adat   suku–suku bangsa  di  Nusantara. Sebagai senjata penusuksangat dimuliakan, dihormati dan dianggap keramat –memiliki…

12 bulan ago

Keris Surakarta, dari Mitos menjadi Karya Seni

SEBAGAI pusat budaya Jawa, Solo (Surakarta) sangat kaya dengan simbol-simbol kebudayaan. Salah satunya adalah keris. Dalam masyarakat Solo, keberadaan keris…

12 bulan ago

Wayang Kolosal Nusantara Siap Digelar Di Boyolali

Wayang Kolosal Nusantara dengan lakon Payung Agung Songsong Tunggul Naga akan digelar di acara Festival Budaya Merti Desa 2017 di…

1 tahun ago

Nenek 95 Tahun Mendapat Nominasi Aktris Terbaik di Festival Film Tingkat ASEAN

ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017 telah mengumumkan daftar nominasinya semalam (4/5/17) di Kuching, Sarawak, Malaysia. Dalam festival film…

1 tahun ago

Irawati Kusumorasri, Pelestari Seni Tari di Kota Solo

Irawati Kusumorasri terlahir dari keluarga Keraton Mangkunegaran, Solo, tepatnya pada tanggal 12 Desember 1963 lalu. Aktivis budaya ini lahir dari keluarga…

2 tahun ago

Film Ziarah, Film Terbaik di Salamindanaw Asian Film Festival 2016

Kita patut berbangga karena semakin banyak saja film Indonesia yang berjaya di panggung Internasional.  Yang terbaru, kabar gembira datang dari…

2 tahun ago