Categories: Berita

Film Ziarah, Film Terbaik di Salamindanaw Asian Film Festival 2016

Kita patut berbangga karena semakin banyak saja film Indonesia yang berjaya di panggung Internasional.  Yang terbaru, kabar gembira datang dari Filipina. Film berjudul ZIARAH karya BW Purba Negara barusaja mendapatkan penghargaan Film Terbaik di Salamindanaw Asian Film Festival 2016, di Filipina.

Dewan Jury yang terdiri dari Raya Martin, seorang sutradara papan atas asal Filipina, dan Fe Virtudazo-Hyde, seorang aktris asal Dubai, pada malam penganugerahan yang berlangsung di General Santos Filipina pada hari Sabtu, 12 November 2016 yang lalu menyampaikan catatan juri sebagai berikut; “For a powerful story about storytelling, a humble yet immensely affecting approach to the stories that embody us through life, and its prism that echoes from its death. A film about the search for closure of an old woman, by piecing portraits that tell a love story, its history, and the power of storytelling in reincarnating the essence of a life, the best Asian Feature is ZIARAH by BW Purba Negara of Indonesia.

Selain Film Ziarah, dewan juri juga memberi penghargaan Special Jury Mention untuk film berjudul THE DOG Karya Lam Can-Zhao from China. Pada kategori film pendek, penghargaan Best Asian Short diberikan kepada film berjudul BONECA DE ATAURO karya David Palazon dari Timor Leste, dan Best Philipine Shorts dianugerahkan kepada film berjudul SINA IGME AT GANI karya sutradara muda Filipina Jhayle Ann Meer.

Baca juga : “Ziarah”, Film Bahasa Jawa Ini Masuk Nominasi Piala Citra FFI 2016

 Salamindanaw Asian Film Festival adalah festival yang bertujuan untuk mempromosikan film-film Asia dengan fokus pada karya-karya independen yang dibuat oleh sutradara-sutradara muda yang dinilai mampu membawa perpektif Asia dalam karya-karyanya, dalam rangka mendukung lahirnya gerakan baru perfilman Asia.  Dari pilihan film-film yang masuk nominasi, tampak sekali bahwa festival ini sangat memberi ruang bagi otentisitas cara tutur sinema Asia dengan segala dinamika  sosial, politik, dan kebudayaannya yang khas.

kesolocom

Recent Posts

Peran Keris dalam Sejarah

KERIS sebenarnya merupakan salah satu senjata adat   suku–suku bangsa  di  Nusantara. Sebagai senjata penusuksangat dimuliakan, dihormati dan dianggap keramat –memiliki…

12 bulan ago

Keris Surakarta, dari Mitos menjadi Karya Seni

SEBAGAI pusat budaya Jawa, Solo (Surakarta) sangat kaya dengan simbol-simbol kebudayaan. Salah satunya adalah keris. Dalam masyarakat Solo, keberadaan keris…

12 bulan ago

Wayang Kolosal Nusantara Siap Digelar Di Boyolali

Wayang Kolosal Nusantara dengan lakon Payung Agung Songsong Tunggul Naga akan digelar di acara Festival Budaya Merti Desa 2017 di…

1 tahun ago

Nenek 95 Tahun Mendapat Nominasi Aktris Terbaik di Festival Film Tingkat ASEAN

ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017 telah mengumumkan daftar nominasinya semalam (4/5/17) di Kuching, Sarawak, Malaysia. Dalam festival film…

1 tahun ago

Irawati Kusumorasri, Pelestari Seni Tari di Kota Solo

Irawati Kusumorasri terlahir dari keluarga Keraton Mangkunegaran, Solo, tepatnya pada tanggal 12 Desember 1963 lalu. Aktivis budaya ini lahir dari keluarga…

2 tahun ago

SARDONO W KUSUMO – FABRIEK FIKR 2 Expanded Performance

SOLO, 2016 - Perhelatan seni budaya dalam program yang digagas oleh Maestro Seni Sardono W Kusumo yang bernama Fabriek Fikr…

2 tahun ago