Portal wisata Solo Raya, budaya jawa, info belanja di kota Solo>

International Rain Festival 2015 – Mugidance Community (17-18/1)



Mugidance Community akan menggelar pentas seni merayakan hujan dalam International Rain Festival 2015 yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu-Minggu, tanggal 17-18 Januari 2015 di Mugidance Studio, Krapyak, Rt.1 Rw. 7 Pucangan, Kartasura. Dalam gelaran ini akan tampil beberapa komunitas seni dan seniman lintas generasi dari berbagai kota di Indonesia dan mancanegara. 

MUGIDANCE adalah komunitas tari yang didirikan oleh Mugiyono Kasido pada 1992, berbasis di Solo, Jawa Tengah, Indonesia. Dalam komunitas ini bergabung berbagai disiplin seperti penata tari, penari, penyanyi, pemusik, dalang, pelukis, pemain teater dan juga pembuat film.

Melalui gelaran acara ini Mugidance Community mengajak masyarakat untuk kembali menyadari kearifan alam, kembali kepada alam. Demikian pula bagi senimannya diajak untuk berkolaborasi dengan alam dan tidak melulu kerja dan pentas di dalam studio.

Seperti yang dikutip dari blog mugidancecommunity.blogspot.com, Festival ini dimaksudkan untuk mengubah mindset atau cara berpikir orang tentang mensikapi datangnya hujan. Pelaksanaan festival ini sengaja dilakukan saat musim hujan, musim yang seringkali dihindari oleh para penyelenggara pertunjukan di luar ruang. Oleh karena itulah diharapkan acara ini bisa berlangsung saat hujan.

Gelaran International Rain Festival 2015 ini dilaksanakan di areal sekitar 2000 m2. Pembuatan instalasi juga dimungkinkan, dan semua kegiatan akan menyesuaikan dengan tema seputar hujan. Di hari ke-2 acara ini akan diselenggarakan Penyuluhan pemanfaatan air hujan bersama Mbah Kir. Selain itu, salah seorang penari yang dikenal dengan Joged Amerta, Suprapto Suryodarmo (Mbah Prapto), juga akan tampil dengan Umbul Donga-nya.

Adapun beberapa komunitas dan seniman yang akan turut meramaikkan acara International Rain Festival 2015 diantaranya adalah Martinus Miroto, Jemek Supardi, Guntur Mataram (Jogja), Nani Topeng Losari (Cirebon), Marvel Gracia (Sukoharjo), Iik Suryani , Druming Outloud (Karanganyar), Komunitas Seni Lobo (Palu), Studio Titik Dua (Bandung), Sabuk Janur (Ponorogo), Alang-Alang, Amar Pradopo, Saka Galeries (Solo), Saung Swara (Salatiga), Karoehoen (Bandung), I Komang Adi (Bali),  Agus Bimo (Klaten), Victor Hugo (Mexico), Paolo Rossi (Italia), Mami Yamamura dan Kaori Okado (Jepang).



Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*