Portal wisata Solo Raya, budaya jawa, info belanja di kota Solo>

Kelas Filsafat Feminisme: Biopolitik Michel Foucault




kelas filsafat feminisme biopolitik michel foucault

Jejer Wadon, Balai Soedjatmoko dan YAPHI akan menggelar forum diskusi Seri Kelas Filsafat Biopolitik Michel Foucault bersama Dewi Candraningrum pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2015 pukul 09.00-13.00 WIB di Balai Soedjatmoko – Bentara Budaya Surakarta. 

Filsuf Perancis Michel Foucault merupakan figur penting yang menarasikan “bio-politik” dalam serial kuliahnya dari tahun 1978-1979 di College de France. Konsep ini berangkat dari akar kekuasaan biologis (bio-power) yang intrusinya dalam politik tubuh mengarah pada politik populasi, dus demografi. Konsep ini ia singgung dengan kurang begitu elaboratif dalam “Society must be defended”.

Foucault mendeskripsikan konsep “bio-politik” sebagai: teknologi kekuasaan baru yang muncul dalam pelbagai level dan skala, serta situs-lokus tertentu, dengan memakai tubuh sebagai instrumen kekuasaan. Tubuh dilihat, secara lebih parah, sebagai tak hanya instrumen kekuasaan tetapi bahkan mekanisme disiplin sebuah Negara, misalnya: rasio kelahiran-kematian, rasio kesuburan, reproduksi dan populasi, dan lain-lain—yang kemudian dikembangkan lebih jauh oleh para feminis kontemporer sebagai politisasi kesehatan reproduksi perempuan untuk tujuan-tujuan demografis tertentu sebuah Negara. Contoh paling mutakhir adalah bagaimana Putin merayu perempuan Rusia untuk memiliki lebih banyak anak, dengan pembiayaan dari pengeboran sumur-sumur minyak di kutub Utara. Contoh lain adalah bagaimana China memberlakukan kebijakan satu anak sejak 1979 dan sampai dengan sekarang mengalami gender-gap, kekurangan anak-anak perempuan karena tingginya fentisida (pengguguran janin perempuan).

Konsep bio-politik jika dirunut ke belakang, pernah dilontarkan secara lebih klinis oleh Jean-François Bayart dengan konsep politik perut (la politique du ventre) bahwa, pertama, politik diukur dari apa yang masyarakat makan. Politik mengukur derajad kerakusan manusia dalam konsumsi. Dalam perihal ini politisi dimata-matai dari hasratnya untuk berkuasa via menguasai sumber-sumber pangan primer sebuah negara. Konsepsi kekuasaan adalah apa-apa yang dimakan dan dikonsumsi warga-negaranya. Hirarki dan sejarah kekuasaan dapat dilacak bagaimana penguasaan atas bahan-bahan pokok dimainkan oleh politisi dan penguasa. Hirarki politik yang menghasilkan kelas ini kemudian juga melahirkan solidaritas aksi-aksi empatik jika sumber-sumber pangan kelas tertentu terancam langka atau punah.

Kedua, rahim sebagai metafora dari perut, yang menguasai pangkal dari segala hajat reproduksi sebuah bangsa. Penguasaan politis atas rahim merupakan kunci kepada kekuasaan. Kapasitas kekuasaan dilekatkan pada tubuh perempuan dan lanskap penguasaannya adalah kontrol negara atas organ-organ reproduktif dan seksual perempuan. Ambisi-ambisi politik ini mengambil topeng dalam aturan-aturan moral yang dilayangkan hanya kepada perempuan, saja. Bagaimana kontrol atas alat kontrasepsi, kontrol atas perilaku seksual, kontrol atas status tubuh (perawan, janda, dll), kontrol atas pakaian, dan lain-lain—yang kesemuanya tak ada atas tubuh laki-laki. Politik benar-benar tak berdaya di hadapan rahim. Dus pemiliknya, hanya perempuan saja, harus dikontrol, dimanajemen, diatur, dan ditundukkan via kebijakan, hukum, undang-undang, perda, perbub, dan lain-lain agar patuh. Separuh warga-negara ini merupakan kapital paling vital yang harus dapat ditundukkan oleh sebuah negara—atau dia akan menjadi negara gagal.

Diskusi kali ini akan memberikan fokus pada hubungan antara konsep bio-politik Foucault dengan kata kunci: tubuh, seksualitas, dan generasi. Bagaimana politik mengacu pada infrastruktur konsumsi manusia akan makanan dan juga kesehatan reproduksi perempuan mendapat perhatian utama bagi aktivis dan peminat kajian gender. (dc)

Sumber bacaan:

Blog Jurnal Perempuan: https://www.jurnalperempuan.org/blog/dewi-candraningrum-politik-rahim-perempuan-kendeng-menolak-tambang-semen

E-Book on Michel Foucault’s Biopolitics

https://bookzz.org/book/2318694/410657

Pengajar: Dewi Candraningrum

Puisi: Vera Kartika Giantari, Elizabeth Yulianti Raharjo, Tri Woro Urip Miranti, Nurul Sutarti, Yuliana Paramayana, Astuti Parengkuh, dll.

Fasilitator: Yunanto Sutyastomo & Maria Sucia

Untuk umum. Gratis.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*