Categories: Belanja

Pasar Legi Solo, Pasar Induk Hasil Bumi Terbesar di Solo

Pasar Legi didirikan pada masa pemerintahan Mangkunegoro I (Pangeran Samber Nyawa). Pada tahun 1930 pasar ini masih sangat tradisional dimana para pedagang berjualan dengan cara menggelar dagangannya ditanah dan dengan atap yang terbuka. Oleh pemerintahan Mangkunegaran pada tahun 1935 dibuatlah sebuah bangunan Pasar Legi yang permanen. Nama Pasar Legi sendiri diambil dari salah satu nama hari pasaran yaitu “Legi”, karena pada hari tersebut pada jaman dulu merupakan hari yang paling ramai dikunjungi pembeli.

Pasar Legi 1940 (Krijgsman)

Sejak dibangun oleh Mangkunegaran, Pasar Legi berkembang cukup pesat sebagai salah satu pasar induk yang menjadi pusat transaksi barang-barang hasil bumi. Pasar tradisional yang mempunyai luas sekitar 16.640 m2 ini mendapatkan pasokan dagangan dari berbagai daerah, baik dari wilayah sekitar surakarta maupun dari luar daerah seperti Brebes, Temanggung, Tasikmalaya, Sidoarjo, Malang dan lain sebagainya.

Sebagai pasar induk terbesar di Kota Solo, Pasar Legi menjadi tujuan pertama bagi para pedagang dari luar kota. Barang-barang dagangan seperti buah-buahan hampir semua adalah barang baru dan sering kali belum disortir. Penyortiran buah-buahan maupun sayuran dilakukan ketika akan didistribusikan ke pasar-pasar lain misalnya ke Pasar Gede, Pasar Nusukan dan lainnya.

Pemugaran Pasar Legi pertama kali dilakukan oleh Pemerintah Kota Surakarta pada tahun 1992, dari yang semula satu lantai menjadi dua lantai. Pada tahun 2008 Pemerintah Kota Surakarta mengalokasikan dana untuk merenovasi beberapa bagian pasar yaitu blok ikan asin dan kelapa yang kemudian akan dilanjutkan ketahap berikutnya untuk bangunan dibagian depan/barat.

Pasar Legi kini..

Pasar Legi bisa dikatakan salah satu pasar yang tidak pernah tidur, kegiatan pasar tradisional ini dimulai dari dini hari sampai dini hari lagi. Suasana selalu ramai baik karena perdagangan dalam pasar maupun kaki limanya. Maka tak heran apabila Pasar Legi memiliki perputaran uang yang cukup besar, Pasar Legi merupakan salah satu penopang utama perekonomian kota Surakarta saat ini.

Meski dikenal sebagai Pasar Hasil Bumi, namun di pasar ini pengunjung dapat menemukan beragam barang dagangan lainnya, seperti barang-barang yang ada di toko kelontong, pakaian, perkakas rumah tangga, bumbu-bumbu dan lain sebagainya.

Lokasi Pasar Legi : Jl. Jend. S. Parman Stabelan Banjarsari, Surakarta.

kesolocom

Share
Published by
kesolocom
Tags: pasar legipasar solopasar tradisional

Recent Posts

  • Wisata

Peran Keris dalam Sejarah

KERIS sebenarnya merupakan salah satu senjata adat   suku–suku bangsa  di  Nusantara. Sebagai senjata penusuksangat dimuliakan, dihormati dan dianggap keramat –memiliki…

1 tahun ago
  • Wisata

Keris Surakarta, dari Mitos menjadi Karya Seni

SEBAGAI pusat budaya Jawa, Solo (Surakarta) sangat kaya dengan simbol-simbol kebudayaan. Salah satunya adalah keris. Dalam masyarakat Solo, keberadaan keris…

1 tahun ago
  • Event

Wayang Kolosal Nusantara Siap Digelar Di Boyolali

Wayang Kolosal Nusantara dengan lakon Payung Agung Songsong Tunggul Naga akan digelar di acara Festival Budaya Merti Desa 2017 di…

1 tahun ago
  • Berita

Nenek 95 Tahun Mendapat Nominasi Aktris Terbaik di Festival Film Tingkat ASEAN

ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017 telah mengumumkan daftar nominasinya semalam (4/5/17) di Kuching, Sarawak, Malaysia. Dalam festival film…

1 tahun ago
  • Wisata

Irawati Kusumorasri, Pelestari Seni Tari di Kota Solo

Irawati Kusumorasri terlahir dari keluarga Keraton Mangkunegaran, Solo, tepatnya pada tanggal 12 Desember 1963 lalu. Aktivis budaya ini lahir dari keluarga…

2 tahun ago
  • Berita

Film Ziarah, Film Terbaik di Salamindanaw Asian Film Festival 2016

Kita patut berbangga karena semakin banyak saja film Indonesia yang berjaya di panggung Internasional.  Yang terbaru, kabar gembira datang dari…

2 tahun ago