Categories: Wisata

Urutan Suguhan Makanan dalam Resepsi Pernikahan Jawa

Jauh sebelum model prasmanan populer, resepsi pernikahan di Jawa mengenal model USDEK. Model ini merujuk pada urutan suguhan makanan dari awal hingga akhir resepsi, yaitu Unjukan (minuman), Sop, Dhaharan (makan nasi), Es krim dan Kundur (pulang).

Model itu sangat berbeda dengan prasmanan pada jaman sekarang. Pada model prasmanan, begitu tamu datang langsung salaman dengan mempelai, kemudian makan (prasmanan), foto-foto, lalu pulang.

Pada model Usdek, tamu datang sebelum acara dimulai dan harus mengikuti seluruh prosesi resepsi dari awal sampai akhir. Para tamu biasanya datang tepat waktu. Undangan resepsi mulai pukul 19.00 misalnya, maka tepat pukul 19.00 semua tamu undangan sudah datang dan duduk di kursinya.

Setelah semua tamu datang, maka acara pun dimulai, diawali dengan kirab keluarga mempelai pria memasuki lokasi. Setelah selesai kirab, berurutan acara berdoa dan sambutan dari keluarga.

Sementara tamu undangan duduk manis di kursi, suguhan pun datang secara berurutan diantar oleh para jayeng (biasanya anggota Karang Taruna).  Model Usdek ini juga dikenal dengan sebutan “piring terbang”, karena suguhan diberikan secara berantai dari kursi paling ujung.

Pada model Usdek tidak ada makanan yang berlebih, tidak ada menu yang berbeda. Para tamu pun tidak harus antre bahkan kadang sampai berdesakan hanya untuk sepiring sate atau thengkleng. Para tamu benar-benar dianggap sebagai tamu yang harus dilayani dalam model Usdek ini.

Orang tua kedua mempelai pun selalu menyempatkan mendatangi tamu untuk mengucapkan terima kasih karena telah datang, sekaligus meminta maaf jika ada kekurangan saat melayani tamu.

Tidak seperti konsep prasmanan, Usdek memang terasa lebih mendekatkan antara tamu dan pihak yang mempunyai hajat.

Urutan suguhan makanan model Usdek :

U : Unjukan (minuman)

Merupakan hidangan pertama yang disuguhkan kepada para tamu undangan. Biasanya adalah teh manis, dilengkapi dengan makanan kecil seperti jenang, jadah, rengginang, pisang atau kalau jaman sekarang untuk lebih praktis banyak yang hanya menyajikan kue bolu, kacang atau mete.

Saat setelah hidangan ringan dan unjukan ini datang, maka mempelai pria masuk, sedangkan mempelai wanita yang semula duduk di pelaminan berjalan menuju mempelai pria. Prosesi ini disebut panggih atau temon yang artinya kedua mempelai saling bertemu.

Pada bagian ini ibu mempelai wanita menyampirkan kain sindur berwarna merah-putih di bahu kedua mempelai. Selanjutnya, pengantin diantar duduk ke pelaminan. Ayah mempelai wanita memimpin di depan sambil menarik kain sindur tersebut.

Sesampainya di pelaminan, kedua mempelai kemudian kemudian mengikuti tahap sungkeman kepada orang tua dan mertua masing-masing.

S : Sup

Urutan suguhan makanan yang kedua adalah sup yang biasanya berisi makaroni, buncis, dan wortel dengan kaldu ayam yang lezat. Sup ini biasa disebut  sup manten karena hanya ada dalam resepsi pernikahan.

D : Dhahar (makan)

Setelah hidangan Sup disajikan, urutan suguhan makanan selanjutnya adalah makanan berat. Ini merupakan suguhan utama, yaitu nasi sambal goreng ati, daging, telur , kerupuk udang, serta acar mentimun campur wortel.

E : Es krim

Es krim atau es puter disajikan pada gelas kecil. Dalam perkembangannya es puter ini biasanya diganti dengan es puding karena es puter sudah jarang dibuat. Hadirnya es ini menandakan resepsi berakhir.

K : Kundur

Begitu es disuguhkan, setelah itu tidak ada lagi hidangan yang akan keluar. Maka, setelah es habis disantap, para tamu pun bersiap pulang atau kundur dalam bahasa Jawa.

Di zaman sekarang, model Usdek seperti ini sudah mulai langka. Sebab, banyak warga di daerah pedesaan mulai tejangkit budaya pragmatis, yaitu dengan model menu prasmana. Mereka sudah tidak mau direpotkan dengan model Usdek tang mungkin dianggap kuno dan ketinggalan jaman.

Meski demikian, beruntung beberapa daerah, terutama di pedesaan Yogyakarta dan Jawa tengah,  urutan suguhan makanan model Usdek seperti ini masih diterapkan. Bahkan, beberapa warga yang hidup di perkotaan, mulai mengusung model Usdek di gedung-gedung pernikahan modern.

kesolocom

Share
Published by
kesolocom
Tags: makanan untuk resepsiPernikahan Jawaresepsi jawaresepsi pernikahanurutan suguhan makananusdek

Recent Posts

  • Wisata

Peran Keris dalam Sejarah

KERIS sebenarnya merupakan salah satu senjata adat   suku–suku bangsa  di  Nusantara. Sebagai senjata penusuksangat dimuliakan, dihormati dan dianggap keramat –memiliki…

1 tahun ago
  • Wisata

Keris Surakarta, dari Mitos menjadi Karya Seni

SEBAGAI pusat budaya Jawa, Solo (Surakarta) sangat kaya dengan simbol-simbol kebudayaan. Salah satunya adalah keris. Dalam masyarakat Solo, keberadaan keris…

1 tahun ago
  • Event

Wayang Kolosal Nusantara Siap Digelar Di Boyolali

Wayang Kolosal Nusantara dengan lakon Payung Agung Songsong Tunggul Naga akan digelar di acara Festival Budaya Merti Desa 2017 di…

1 tahun ago
  • Berita

Nenek 95 Tahun Mendapat Nominasi Aktris Terbaik di Festival Film Tingkat ASEAN

ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017 telah mengumumkan daftar nominasinya semalam (4/5/17) di Kuching, Sarawak, Malaysia. Dalam festival film…

1 tahun ago
  • Wisata

Irawati Kusumorasri, Pelestari Seni Tari di Kota Solo

Irawati Kusumorasri terlahir dari keluarga Keraton Mangkunegaran, Solo, tepatnya pada tanggal 12 Desember 1963 lalu. Aktivis budaya ini lahir dari keluarga…

2 tahun ago
  • Berita

Film Ziarah, Film Terbaik di Salamindanaw Asian Film Festival 2016

Kita patut berbangga karena semakin banyak saja film Indonesia yang berjaya di panggung Internasional.  Yang terbaru, kabar gembira datang dari…

2 tahun ago